MAKALAH
Disusun untuk
memenuhi Tugas Mata Kuliah Ahlak Tasawuf
Yang diampu
oleh Bapak Ainul Haq Nawawi ,H.MA.
Oleh Kelompok
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI MADURA
TAHUN
2018
KATA PENGANTAR
Segala Puji bagi Allah SWT yang telah
melimpahkan taufiq dan HidayahNYA Sehingga kita dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik Shalawat serta Salam
semoga tercurah limpahkan keharibaan Nabi Kita Muhammad SAW yang telah membawa
kita dari Alam jahiliyah kepada Alam yang penuh dengan Cahaya Ilmu, Iman dan
Amal Shaleh seperti sekarang ini. Kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih
kepada semua Pihak yang membantu dalam penyusunan Makalah ini, Baik berupa
dukungan Moril maupun Materi. Semoga Allah membalasnya kebaikan kelak di
Akhirat.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih
terdapat banyak kekurangan di dalamnya, Oleh karena itu, Kritik dan Saran
sangat kami harapkan demi perbaikan makalah kami Selanjutnya. Atas Saran dan
Kritiknya Kami Ucapkan Terima Kasih. Dan kami berharap semoga Makalah ini
bermanfaat bagi kita semua Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Pamekasan, 22 November 2018
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................................................
ii
DAFTAR ISI........................................................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................
1
A.
Latar
Belakang............................................................................................
1
B.
Rumusan
Masalah.......................................................................................
1
C.
Tujuan.........................................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................
2
A.
Pengertian
Ukhuwah Islamiyah..................................................................
2
B.
Keutamaan
Ukhuwah Islamiyah.................................................................
2
C.
Peran
Ukhuwah dalam Islam......................................................................
3
D.
Syarat
dan Hak Ukhuwah...........................................................................
4
E.
Perusak
Ukhuwah.......................................................................................
5
BAB III PENUTUP..............................................................................................
6
A.
Kesimpulan.................................................................................................
6
B.
Saran...........................................................................................................
6
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................
7
KATA PENGANTAR
Penulisan makalah yang
bersipat sederhana ini, di buat berdasarkan tugas kelompok yang di berikan oleh
dosen pembimbing mata kuliah Ahlak Tasawuf yang berjudul Akhlak Tercela.
Dengan menucapkan syukur Alhamdulillah, kami semua dapat menyusun,
menyesuaikan, serta dapat menyelesaikan sebuah makalah yang amat sederhana ini.
Di samping itu, kami mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yan telah
banyak membantu kami dalam menyelesaikan pembuatan sebuah makalah ini, baik dalam bentuk moril maupun
dalam bentuk materi sehinggadapat terlaksana denan baik.
Kami, sangat menyadari sepenuh nya bahwa makalah kami ini memang
masih banyak terdapat kekurangan serta amat
jauh dari kata kesempurnaan. Namun, kami semua telah berusaha semaksimal
mungkin dalam membuat sebuah makalah ini. Di samping itu, kami sangat mengharapkan kritik serta saran nya dari
semua rekan-rekan demi tercapai nya kesempurnaan yang di harapkan di masa akan
datang.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Manusia perlu
memperhatikan perangainya dari waktu ke waktu yang dalam perjalanan itu
kehidupan manusia mengalami banyak perubahan. Kemajuan peradaban menimbulkan
pergeseran banyak perilaku yang mempengaruhi perangai perorangan maupun
kelompok.
Akhlak Tercela adalah perbuatan yang tidak Diridhoi oleh Allah.
Akhlak yang tercela bermula dari kesombongan dan rendah diri. Dari kesombongan
muncul sikap bangga, sok tinggi, hebat, ujub, hasad, keras kepala, zhalim, gila
pangkat, kedudukan dan jabatan, senang dipuji padahal tidak berbuat sesuatu dan
sebagainya. Begitu banyaknya hal yang dapat menyebabkan kemerosotan akhlak yang
dapat menimbulkan akhlak atau perilaku tercela.
Al-Qur’an juga mengemukakan dan memberi peringatan tentang
akhlak-akhlak buruk atau tercela yang dapat merusak iman seseorang dan pada
akhirnya akan merusak dirinya serta kehidupan masyarakat. Akhlak buruk itulah
yang disampaikan oleh rasulullah yang ditunjukkan oleh kaum Quraisy dahulu
untuk memojokkan kebenaran yang disampaikan rasulullah sebagaimana yang
dilakukan oleh tokoh-tokoh Quraisy seperti Abu jalal, Walid bin mugirah, Akhnas
bin syariq, Aswad bin abdi Yaquts. Oleh karena itu, iman merupakan suatu
pengakuan terhadap kebenaran dan harus dipelihara serta di tingkat kan kualitas
nya melalui sikap dan perilaku terpuji.[1]
Sifat terpuji dan tercela yang tertanam dalam diri manusia selalu
berdampingan dan terlihat dalam perilaku sehari-hari. Apabila perilaku
seseorang menampilkan kebaikan, maka terpujilah sikap orang tersebut. Sebaliknya,
apabila perilaku seseorang menmpilkan kebaikan atau kejahatan, maka tercelalah
sikap orang tersebut. Sifat tercela sangat dilarang oleh Allah SWT dan harus
dihindari dalam pergaulan sehari-hari karena akan merugikan diri sendiri maupun
orang lain.[2]
A. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
pengertian Ahlaq tercela
2.
Apa
Ruang Lingkup Ahlaq Tercela
3.
Apa
saja macam macam Ahlaq Tercela
B. Tujuan Masalah
1.
Mengetahui
pengertian Ahlaq tercela
2.
Mengetahui.
Ruang Lingkup Ahlaq Tercel
3.
Mengetahui
macam macam Ahlaq Tercel
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Akhlak Tercela
Definisi akhlak
menurut Imam AI-Ghazali adalah: Ungkapan tentang sikap jiwa yang menimbulkan
perbuatan-perbuatan dengan mudah dan tidak memerlukan pertimbangan atau pikiran
terlebih dahulu.
Kata akhlak berasal
dari bahasa Arab yaitu khalaqa-yahluqu, artinya menciptakan, dari akar kata ini
pula ada kata makhluk (yang diciptakan) dan kata khalik (pencipta), maka akhlak
berarti segala sikap dan tingkah laku manusia yang datang dari pencipta (Allah
swt). Sedangkan moral berasal dari maros (bahasa latin) yang berarti adat
kebiasaan, disinilah terlihat berbeda antara moral dengan akhlak, moral
berbentuk adat kebiasaan ciptaan manusia, sedangkan akhlak berbentuk aturan
yang mutlak dan pasti yang datang dari Allah swt. Kenyataannya setiap orang
yang bermoral belum tentu berakhlak, akan tetapi orang yang berakhlak sudah
pasti bermoral. Dan Rasulullah saw di utus untuk menyempurnakan akhlak manusia
sebagaimana sabdanya dalam hadist dari Abu Khurairah, “Sesungguhnya aku diutus
Allah semata-mata untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia.”
Dengan demikian, akhlak (perilaku) tercela adalah semua sikap dan
perbuatan yang dilarang oleh Allah, karena akan mendatangkan kerugian baik bagi
pelakunya ataupun orang lain.
B. Ruang Lingkup Aklaq Tercela
Akhlaq tercela mencakup dua hal yang darinya suatu perilaku dapat
dinilai buruk, yaitu :
a.
Hal-hal
yang berhubungan dengan ucapan atau perkataan yang buruk.
b.
Hal-hal
yang behubungan perbuatan yang buruk
C. Macam-Macam Akhlak Tercela
1. Sifat Iri
a. Pengertian Iri
Iri artinya tidak
senang orang lain memperoleh nikmat. Biasanya sifat iri ini selalu dibarengi
dengan sifat dengki. Sifat iri dalam kehidupan sehari-hari ini sangat banyak
sasaranya antara lain iri terhadap tetangga yang kaya, atau iri terhadap orang
lain sukses dalam usaha dan sebagainya. Sifat ini sangat dicela dalam ajaran
islam karena sifat iri sangat mengganggu ketentraman jiwa dan bahkan dapat
menimbulkan pertengkaran satu dengan yang lain.
b. Bahayanya
Bahaya iri hati
adalah :
1.
Sifat
iri jika berlebihan akan menjadi dengki, artinya bukan saja tidak senang
melihat orang lain melihat orang lain
mendapatkan kenikmatan, melainkan ia akan mengharapkan kenikmatan itu berpindah
kepadanya.
2.
Iri
hati dapat menimbulkan perbuatan jahat.
3.
Iri
hati dapat menimbulakan perasaan jengkel
terhadap yang menyamai atau menandinginya.
4.
Iri
hati dapat meniimbulkan peraaan takabur.
c. Pencegahannya
Untuk mmenghindari
sifat iri dapat dilakukan beberapa cara antara lain :
1.
Menerima
dan mensyukuri bahwa hasil yang sudah
diperoleh adalah nikmat dari Allah sehingga merasa bahwa semua itu sudah
berlaku dengan seadil-adilnya.
2.
Menyadari
bahwa kebahagian di dunia itu hanya sementara sedangkan kebahagian yang kekal
itu ada di akhirat.
3.
Berusaha
dengan keras sambil bertawakkal agar mendapat kebahagian sesuai dengan usahanya.
2. Dengki
a. Pengertian Dengki
Dengki adalah merasa
tidak senang melihat orang lain mendapatkan anugrah kenikmatan dari Allah SWT.
Menginginkan agar kenikamatan tersebut pindah padanya. Sifat ini sangat
membahyakan bagi dirinya ia selalu mencari-cari kelemahan orang lain. Jalan
yang ditempuh suka menceritakan kejelekan orang lain pada masyarakat, dengan
bermacam-macam dalih.
Rasulullah telah memberikan bimbingan kepada kita agar umatnya
tidak dengki, iri hati atau hasut sebagai berikut :
Artinya : “Jauhilah olehmu dengki, karena sesungguhnya dengki itu
memakan kebajikan sebagaimana api memakan kayu (HR. Abu dawud).
b. Bahayanya
Bahaya yang mempunyai
sifat dengki antara lain :
1.
Menimbulkan
sifat dan sikap serta tingkah laku yang hina.
2.
Dapat
menimbulkan sifat permusuhan.
3.
Tidak
disenangi orang banyak
4.
Menimbulkan
perasaan dendam
5.
Pencegahannya
Menghindarinya dengan
cara, antara lain sebagai berikut :
1.
Meningkatkan
iman dan taqwa kepada Allah.
2.
Menyadari
dengki dapat menghapus kebaikan.
3.
Meningkatkan
syukur kepada Allah SWT.
3. Buruk Sangka
a. Pengertian Buruk
Sangka
Buruk sangka adalah
sikap yang bisa merugikan kepada pihak lain, sebelum ada bukti yang kuat dan
kuat dan jelas orang lain sudah dituduh dengan dakwaan yang jelek-jelek.
Pendapat pribadinya ini hanya didasarkan pada kasak kusuk dan kabar burung yang
tak jelas sumbernya. Buruk sangka atau su’udhon bisa berakibat fatal bagi
orang-orang yangg menjadi sasarannya.
Oleh karena itu, Allah menyuruh untuk menjahui sifat buruk sangka
ini Allah berfirman.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ
إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ
بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا
فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan
janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama
lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang
sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. (Q.S
Al-Hujurat :12)
b. Bahayanya
Bahaya buruk sangka
dalam kehidupan sehari-hari antara lain, dapat
1.
Memecah
persatuan dan persaudaraan
2.
Menjatuhkan
nama baik seseorang
3.
Merusakak
iman
c. Pencegahannya
Cara menghindari
buruk sangka antara lain:
1.
Meningkatkan
iman dan taqwa kepada Allah
2.
Menyadari
setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan
3.
Menyadari
buruk sangka termasuk perbuatan dosa.
4.
Fitnah
dan Adu Domba
a. Pengertian Fitnah dan
Adu Domba
Fitnah adalah menyiarkan rahasia (aib) seseorang kepada
orang lain padahal orang itu tidak pernah melakukannya. Allah SWT dalam Al
Quran :
Artinya : “Dan janganlah engkau patuhi orang yang suka bersumpah
dan suka menghina, suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah, yang
merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa, yang
bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya, karena dia kaya dan
banyak anak”.
(QS. AL Qalam: 10-14)
Fitnah dan adu domba adalah sikap mental yang ingin mencelakakan
orang lain. Dengan harapan dan tujuan akan memperoleh keuntungan di balik semua
ini. Akibat fitnah yang berupa perpecahan, pertikaian, dan permusuhan akan
memperlemah masing-masing pihak yang berselisih ini. Dengan demikian si
tukanfitnah akan dapat menguasai atau mengatur mereka.
b. Bahayanya
Bahaya fitnah
merugikan orang lain juga merugikan diri sendiri yaitu:
1.
Menyebabkan
orang yang difitnah menderitata
2.
Menyebabkan
orang yang difitnah dikucilkan masyarakat
3.
Menyebabkan
orang yang difitnah sulit mngembalikan nama baiknya
4.
Merusak
iman
c. Pencegahannya
1.
Meningkatkan
iman dan taqwa kepada Allah
2.
Menyadari
fitnah itu dilarang oleh Allah
5.
Khianat
a. Pengertian khianat
Khianat artinya
menyia-nyiakan kepercayaan orang lain.
Allah berfiman :
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati
Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat
yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. dan ketahuilah, bahwa
hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi
Allah-lah pahala yang besar.( Q.S Al Anfal : 27-28)
Betapa pentingnya menunaikan amanah, baik amanah dari Allah maupun
amanah di antara sesamanya. Oleh karena
itu sebagai orang muslim kita harus dapat menghindari sifat khianat agar ketentraman dapat
terlaksana dengan baik.
b. Bahayanya
Khianat dapat
membahayakan manusia anrara lain :
1.
Merugikan
orang lain yang dikhianati
2.
Penghianat
tidak akan dpercaya orang lain
3.
Khianat
merugikan bangsa dan negara apabila yang dikhianati itu bangsa dan negara
c. Pencegahannya
Cara menghindari
khianat yaitu:
1.
Meningkatkan
iman dan taqwa kepada Allah
2.
Menyadari
kehidupan didunia merupakan ujian dari Allah.
D. Penanggulangannya
1. Pembinaan Akhlaq
Pembinaan adalah
suatu usaha untuk membina. Membina adalah memelihara dan mendidik, dapat
diartikan sebagai bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan
jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian utama.
Maksud dan tujuan pendidikan akhlaq atau kesusilaan adalah memimpin
anak setia dalam mengerjakan segala sesuatu yang baik dan meninggalkan yang
buruk atas kemauan sendiri dalam segala hal dari setiap waktu.
2. Peningkatan Kualitas
Akhlak
a.
Selalu
mengingat Allah SWT dimanapun dan kapanpun
b.Menyadari bahwa hidup di dunia hanya sementara sehingga harus
dimanfaatkan sebaik mungkin
c.
Selalu
bertaubat dan beristighfar
d.
Selektif
memilih teman
e.
Menjauhkan
diri dari tempat-tempat yang banyak maksiat
f.
Meneladani
kehidupan para nabi
g.Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Akhlak (perilaku) tercela adalah semua sikap dan perbuatan yang
dilarang oleh Allah, karena akan mendatangkan kerugian baik bagi pelakunya
ataupun orang lain.
Akhlaq tercela mencakup dua hal yang darinya suatu perilaku dapat
dinilai buruk, yaitu :
1. Hal-hal yang
berhubungan dengan ucapan atau perkataan yang buruk.
2. Hal-hal yang behubungan
perbuatan yang buruk.
Macam-Macam Aklaq Tercela yaitu:
1. Sifat Iri
2. Dengki
3. Buruk Sangka
4. Fitnah dan Adu Domba
5. Khianat
Penanggulangannya
1. Pembinaan Akhlaq
2. Peningkatan Kualitas Akhlaq
DAFTAR PUSTAKA
Husni Rahim, Husni. 1999.
Pendidikan Agama Islam. Jakarta : Departemen Agama RI
Amirudin, dkk. 2001. Pendidikan Agama Islam 2. Jakarta : Bumi
Aksara
Hadi Burhan, Nurul, dkk. 1994. Pendidikan Agama Islam. Semarang :
Surya Angksa
Djamhuri, dkk. 1992. Aqidah Aklaq. Semarang : Aneka Ilmu