A. Pengertian
Semantik
Semantik
adalah cabang linguistik yang mempelajari makna / arti yang terkandung dalam
bahasa, kode, atau jenis lain dari representasi. Dengan kata lain, semantik
adalah studi tentang makna. Semantik biasanya berhubungan dengan dua aspek
lain: sintaks, pembentukan simbol kompleks dari simbol yang lebih sederhana,
dan pragmatis, penggunaan praktis simbol oleh rakyat dalam konteks tertentu.
Linguistik
Semantik adalah studi tentang makna yang digunakan untuk memahami ekspresi
manusia melalui bahasa. Bentuk lain dari semantik termasuk semantik bahasa
pemrograman, logika formal, dan semiotika.
Kata semantik
itu sendiri menunjukkan berbagai ide - dari populer yang sangat teknis. Hal ini
sering digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menandakan suatu masalah
pemahaman yang datang ke pemilihan kata atau konotasi. Masalah pemahaman ini
telah menjadi subyek dari banyak pertanyaan formal, selama jangka waktu yang
panjang, terutama dalam bidang semantik formal. Dalam linguistik, itu adalah
studi tentang interpretasi tanda-tanda atau simbol yang digunakan dalam agen
atau masyarakat dalam keadaan tertentu dan konteks.[3]
Dalam pandangan ini, suara, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan proxemics
memiliki semantik konten (bermakna), dan masing-masing terdiri dari beberapa
cabang studi. Dalam bahasa tertulis, hal-hal seperti struktur ayat dan tanda
baca menanggung konten semantik, bentuk lain dari bahasa menanggung konten
semantik lainnya.
B. Jenis Semantik
Semantik mempunyai beberapa jenis yang cukup
banyak jika harus disebutkan dan dijelaskan secara satu persatu. Salah satu
diantaranya adalah;
1. Semantik Konseptual
Semantik ini mengandung
makan yang denotatif dan makna kognitif. Menjadikan makna dan semantic faktor
utama dalam penggunaan bahasa dalam masyarakat.
2. Semantik Gramatikal
Salah satu jenis semantik
yang berkaitan dengan afiksasi, redupliasi, dan kalmatasi. Mungkin istilah-istilah
ini masih membingungkan. Namun berikut adalah contoh semantik gramatikal
“berbaju” dapat diartikan dengan “menggunakan baju”. Dengan adanya afiksasi
“ber” pada depan kata baju.
C.
Hubungan Semantik dengan Disiplin
Ilmu lain
1. Semantik dengan sosiologi
Semantik berhubungan dengan sosiologi dikarenakan sering dijumpai dalam kenyataan masyarakat dalam menggunakan kata tertentu untuk mengatakan sesuatu yang dapat menandai identitas maupun kelompok penuturnya
contoh kata “cewek” dan “wanita”
kata “cewek” lebih identik digunakan oleh para remaja ataupun anak-anak muda, sedangkan kata “wanita” terkesan lebih sopan diucapkan dan identik dengan orangtua yang mengedepankan kesopanan dalam bertutur .
2. semantik dengan psikologi
Kajian semantik dengan psikologi tentunya lebih terkait hubungannya dengan kejiwaan, sebab ekpresi dalam jiwa seseorang diungkapkan melalui bahasa dan mempunyai makna-makna sesuai dengan konteksnya.
Contoh kata : suka dan duka
Kata “suka” diartikan sebagai kegembiraan atau kesenangan seseorang atas sesuatu yang dia rasakan misalnya seperti “andi suka bermain bola”, sedangkan kata “duka” diartikan sebagai kesedihan yang timbul dalam perasaan. Contoh : Indonesia berduka cita atas longsor yang terjadi Ciwidei kabupaten Bandung.
Contoh diatas merupakan analisis semantik adjektif dengan kata lain dapat dikatakan semantic yang berkaitan dengan positif dan negatif.
3. Semantik dengan Antropologi
Semantik dianggap berkepentingan dengan antropologi dikarenakan analisis makna pada sebuah bahasa, melalui pilihan kata yang dipakai penuturnya, akan mendapatkan menjanjikan klasifikasi praktis tentang kehidupan budaya penuturnya .
Contoh : Penggunaan / pemilihan kata ‘ngelih’ atau ‘lesu’ yang sama-sama berarti lapar yang mencerminkan sebuah budaya bagi penuturnya. Kata “ngelih” digunakan oleh masyarakat Yogyakarta dan Sedangkan kata ‘lesu’ adalah sebutan untuk lapar bagi masyarakat jawa timur khususnya daerah Jombang.
1. Semantik dengan sosiologi
Semantik berhubungan dengan sosiologi dikarenakan sering dijumpai dalam kenyataan masyarakat dalam menggunakan kata tertentu untuk mengatakan sesuatu yang dapat menandai identitas maupun kelompok penuturnya
contoh kata “cewek” dan “wanita”
kata “cewek” lebih identik digunakan oleh para remaja ataupun anak-anak muda, sedangkan kata “wanita” terkesan lebih sopan diucapkan dan identik dengan orangtua yang mengedepankan kesopanan dalam bertutur .
2. semantik dengan psikologi
Kajian semantik dengan psikologi tentunya lebih terkait hubungannya dengan kejiwaan, sebab ekpresi dalam jiwa seseorang diungkapkan melalui bahasa dan mempunyai makna-makna sesuai dengan konteksnya.
Contoh kata : suka dan duka
Kata “suka” diartikan sebagai kegembiraan atau kesenangan seseorang atas sesuatu yang dia rasakan misalnya seperti “andi suka bermain bola”, sedangkan kata “duka” diartikan sebagai kesedihan yang timbul dalam perasaan. Contoh : Indonesia berduka cita atas longsor yang terjadi Ciwidei kabupaten Bandung.
Contoh diatas merupakan analisis semantik adjektif dengan kata lain dapat dikatakan semantic yang berkaitan dengan positif dan negatif.
3. Semantik dengan Antropologi
Semantik dianggap berkepentingan dengan antropologi dikarenakan analisis makna pada sebuah bahasa, melalui pilihan kata yang dipakai penuturnya, akan mendapatkan menjanjikan klasifikasi praktis tentang kehidupan budaya penuturnya .
Contoh : Penggunaan / pemilihan kata ‘ngelih’ atau ‘lesu’ yang sama-sama berarti lapar yang mencerminkan sebuah budaya bagi penuturnya. Kata “ngelih” digunakan oleh masyarakat Yogyakarta dan Sedangkan kata ‘lesu’ adalah sebutan untuk lapar bagi masyarakat jawa timur khususnya daerah Jombang.