Thursday, 14 March 2019

Apa hubungan antar teknologi dan perubahan sosial


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada zaman yang serba digital seperti sekarang, media sangat berperan dalam membentuk perubahan-perubahan sosial Baik itu perubahan yang positif ataupun negatif. Perkembangan teknologi membuat mayarakat dihadapi oleh dua pilihan. Disatu pihak masyarakat menerima kehadiran teknologi, dipihak lain kehadiran teknologi moderrn justru menimbulkan masalah-masalah yang bersifat struktural yang kemudian merambah disemua aspek kehidupan masyarakat.
B.     Rumusan Maslah
  1. Apa hubungan antar teknologi dan perubahan sosial?
  2. Apa yang diaksud studi tentang media?
  3. Apa saja media dan perubahan sosial?
  4. Bagaimana prespektif teori Marshal McLuhan?
  5. Bagaimana prespektif teori Raymond Williams?
C.    Tujuan
  1. Untuk mengetahui apa hubungan anta teknologi dan perubahan sosial
  2. Untuk mengerti studi tentang media
  3. Untuk mengetahu apa saja media dan perubahan sosial
  4. Untuk mengetahui perspektif teori Marshal McLuhan
  5. Untuk mengetahui perspektif teori Raymond Williams




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Hubungan antar Teknologi dan Perubahan Sosial
Perkembangan teknologi berujung pada revolusi komunikasi serta berpengaruh terhadap perkembangan masyarakat, aktivitas masyarakat tidak terlepas dari teknologi yang digunakan. Tekonologi membawa perkembangan dalam masyarakat dan ditunjukkan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam aspek politik, ekonomi, sosial serta budaya.`
Habermas beranggapan bahwa ada kesalahan dalam melihat perubahan dalam masyarakat, karena relasi kuasa dalam masyarakat saat ini pada dasarnya berakar pada rasionalitas, instrumental kekuasaan dimana terdapat dominasi didalamnya yang digunakan untuk menekan masyarakat agar tuduk dan mengikuti apa yang dikehendaki oleh penguasa[1]. Ada tujuan-tujuan yang terselubung dalam pola komunikasi yang instrumental. Kekuasaan dalam masyarakat kemuian direproduksi menjadi institusi-institusi besar dalam masyarakat yang melegitimasi segala yang baik buruk, benar salah dalam masyarakat. Nalar yang berdasarkan pada logika, berdasarkan pada bagaimana menciptakan proses agar mencapai tujuan atau yang lebih disebut sebagai narasi instrumental yang kemudian dimanfaatkan oleh para kapitalis agar sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga tidak terjadi penyimpangan, konsekuensinya yang terjadi terhadap interaksi sosial dalam masyarakat tentunya memunculkan kesadaran palsu, hubungan antara masyarakat menjadi tidak harmonis dan berpotensi memunculkan konflik didalamnya.
Dalam ranah sosial teknologi membawa perubahan cara berkomunikasi dalam masyarakat, organisasi hingga keluarga. Jika sebelumnya pentingnya berkomunikasi secara langsung selalu digunakan oleh masyarakat dalam menyampaikan informasi, kini tanpa bertatap muka langsung msyarakat bisa saling bertukar informasi. Tapi dengan adanya teknologi itu yang awalnya hubungan masyarakat sangat rekat menjadi berjauhan karena masyarakat tidak lagi mengindahkan berkomunikasi secara langsung dan cenderung berkomunikasi jarak jauh.
Artinya proses perubahan pada masyarakat dari yang mulanya tradisional menjadi masyarakat yang modern.
Ciri dari masyarakat yang modern ialah [2]:
·         Indiviualistis
·         Percaya terhadap teknologi
Masyarakat modern umumnya bersifat individual, artinya masyarakat modern lebih cenderung hanya memikirkan kepentingan diri sendiri daripada kelompo. Masyarakat modern sering berinteraksi jarak jauh sehingga hubungan dengan kelompok sekitar menjadi renggang.
Modernisasi tidak hanya terjadi terhadap masyarakat perkotaan saja, melainkan sudah menjalar kepada plosok-plosok desa, hal ini disebabkan oleh sarana-sarana yang ada pada saat ini sangat gampang didapatkan.
Jadi teknologi sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial pada masyaraakat, James M. Henslin mengatakan “media masa tidak hanya mencerminkan stereotip gender tetapi memainkan pula peran dalam mengubahnya. Kadang-kadang media masa melakukan keduanya skaligus. Citra Xena, Warior Princess, dan Lara Croft tidak hanya mencerminkan perubahan peran perempuan dalam masyarakat tetapi dengan melebih-lebihkan perubahan”[3].
B.     Studi Tentang Media
Studi tentang media adalah korelasi / cara pandang media terhadap aspek politik, sosial dan budaya masyarakat. Studi Media memiliki 2 perspektif sosiologis, yakni Perspektif Pluralis dan Perspektif Marxis. Kedua Perspektif ini memiliki pandangan yang berbeda baik mengenai masyarakat maupun media massa.
Perspektif Pluralis memiliki beberapa pandangan umum tentang masyarakat. Perspektif Pluralis memandang masyarakat sebagai berikut:[4]
  • Masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok yang beragam, dan kelompok-kelompok dari masyarakat itu bersama-sama merepresentasikan kepentingan mereka. Adanya keberagaman di dalam masyarakat membuat masyarakat menjadi seimbang. Suara-suara dari masyarakt memiliki potensi/kesempatan untuk didengar.
  • Kekuasaan dari nkelompok-kelompok tersebut relatif setara; tidak ada yang lebih dominan dari kelompok yang lainnya.
  • Pemerintah dipandang sebagai pihak yang imparsial (netral), bertindak sebagai “juri” yang adil pada kelompok-kelompok yang beragam tersebut.
  • Kehidupan politik terbebas dari kehidupan ekonomi, sehingga bagi pemerintah, orang-orang yang kaya maupun miskin dipandang setara/sama di mata hukum.
  • Kekuasaan dalam masyarakat adalah sesuatu yang nyata dan transparan.
Perspektif Pluralis pun memiliki beberapa asumsi tentang media, antara lain:
  • Media memberikan kesempatan dan sarana di dalamnya agar debat publik bisa terjadi di situ.
  • Media memberikan informasi bagi publik untuk bertindak.
  • Media adalah sebuah institusi independen yang bebas dari kekuatan ekonomi dan pemerintah.
  • Media bisa mengontrol pemerintah dan kelompok-kelompok yang ada di masyarakat karena dianggap sebagai institusi independen.
  • Informasi yang disajikan media untuk masyarakt tidak dikonstruksi; semua informasi dianggap mengandung pengetahuan yang positif, yang menyampaikan fakta dan kebenaran. Informasi hanya sebuah pengumpulan data yang nantinya akan disampaikan kepada masyarakat untuk bertindak.
  • Orang-orang media dipandang memiliki otonomi yang terpisah dengan negara, partai politik, dan kelompok-kelompok tertentu.
  • Otonom dari kelompok elit/profesional media diberikan kebebasan/flexibilitas.
  • Khalayak dianggap memiliki kemampuan untuk menentukan berita/media sesuai dengan kebutuhan mereka (khalayak berperan aktif dalam mengkonsumsi media sesuai dengan yang mereka butuhkan).
C.    Media dan Perubahan Sosial
Media masa adalah bentuk kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Melalui media massa yang semakin banyak berkembang memungkinkan informasi menyebar dengan mudah dimasyarakat.
a.       Definisi Media Masa
Media adalah suatu sarana yang dapay digunakan untuk menyampaikan informasi. Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “Medium” yang secara harfiah berarti “peraantara” yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver).
Media massa adalah perantara untuk menyampaikan suatu pesan dari sumber kepada massa atau masyarakat luas dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti televisi, radio, koran, dan sebagainya.[5]
b.      Peran Media Massa
Peran media dalam ilmu komunikasi terdapat dalam ranah komunikasi massa, yang dimana komunikasi massa itu sendiri dapat diartikan dalam dua cara yakni komunikasi oleh media dan komunikasi untuk massa. Namun dalam hal ini tidak berarti komunikasi massa adalah untuk setiap orang. Komunikasi massa ialah komunikasi yang penting dalam kehidupan kita. Setiap hari kita membaca surat kabar, buku, majalah, menonton televisi, dan mendengar radio. Radio, TV, surat kabar dan majalah media massa yang penting dalam mencorakkan hidup manusia, baik dewasa maupun anak-anak.
c.       Fungsi Media
Beberapa fungsi media
1.      Fungsi Informasi
2.      Fungsi Kesinambungan
3.      Fungsi Korelasi
4.      Fungsi Mobilisasi
5.      Fungsi Hiburan
6.      Fungsi Fantasi
7.      Fungsi Pendidikan
Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi kepada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola prilaku diantara kelompok-klompok masyarakat[6].
Media massa sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial pada masyarakat, baik itu perubahan yang negatif maupun yang positif.
D.    Pendekatan Media
pendekatan media adalah cara yang ditempuh oleh pemilik media supaya bisa diterima oleh masyarakat. Masyarakat harus pandai menggunakan media secara rif dan bijaksana, bukan sembarangan sehingga dapat merugikan diri sendiri apalagi merugikan orang lain.
E.     Perspektif Teori Marshal McLuhan
Marshal McLuhan adalah pencetus dar teori determinisme teknologi ini pada tahun 1962 melalui tulisannya The Gutterg Galaxi : The Making of Typograpghic Man. Determinisme teknologi dapat diartikan bahwa setiap kejadian atau tindakan yang dilakukan manusia itu akibat pengaruh dari perkembangan teknologi[7]. Jadi menurut Marshal teknologilah yang dapat memengaruhi terhadap prilaku manusia. Apbila teknologi semakin maju prilaku masyarakat akan berubah mengikuti teknologi.
Contoh yang dapat ditemukan dalam realita yaitu perkembangan teknologi yang semakin maju membuat segalanya serba ingin cepat dan instan. Tektologi sebagai pealatan yang memudahkan kerja manusia membuat manusia membuat budaya yang selalu ingin dipermudah dan menghindari kerja keras maupun ketekunan. Teknologi juga membuat seorang berpikir tentang dirinya sendiri. Jiwa sosialnya melemah sebab merasa bahwa tidak memerlukan bantuan orang lain jika megkehendaki sesuatu cukup dengan teknologi sebagai solusinya. Akibatnya tak jarang kepada tetangga dekat kurang begitu akrab karena telah memiliki komunitas sendiri meski jarak memisahkan namun berkat teknologi tak terbatas ruang dan waktu.
F.     Perspektif Teori Raymond Williams
Menurut Williams (1995), “kita perlu membedakan tiga tingkat kebudayaan bahkan dalam definisi yang paling umum. Ada kebudayaan yang hidup pada waktu dan tempat tertentu, yang hanya bisa dinikmati secara penuh oleh mereka yang hidup pada waktu dan tempat itu pula. Ada kebudayaan yang terekam dalam segala bentuknya, mulai dari karya seni hingga fakta-fakta keseharian: ini disebut kebudayaan suatu periode. Ada juga faktor yang menghubungkan kebudayaan yang hidup pada suatu waktu tertenu dan kebudayaan disuatu periode ini disebut kebudayaan tradisi yang tersleksi”[8].



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.        Teknologi sangat perpengaruh terhadap perubahan sosial. Apalagi dalam berkomunikasi.
2.        Studi tentang media adalah korelasi / cara pandang terhadap media.
3.        Salah satu perubahan sosial pada masyarakat dipengaruhi oleh media baik itu perubahan yang psitif maupun negatif.
4.        pendekatan media adalah cara yang ditempuh oleh pemilik media supaya bisa diterima oleh masyarakat.
5.        Perspektif terhadap teori Marshal McLuhan adalah sebuah prilaku manusia adalah disebabkan oleh teknologi yang ada.
6.        Perspektif terhadap teori Raymond Williyams adalah suatu budaya adalah yang hidup pada waktu dan tempat tertentu.













Daftar Pustaka
James M. Henslim. 2006. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi. Jakarta : Erlangga.
https://www.academia.edu/22586743/PERSPEKTIF_KEBUDAYAAN_HINGGA_PEMBENTUKAN_TEORI-TEORI_KEBUDAYAAN_Diajukan_sebagai_tugas_1



[1] http://binus.ac.id/malang/2018/07/keterkaitan-antara-perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dengan-tipologi-perkembangan-masyarakat/
[2] https://materiips.com/ciri-ciri-masyarakat-tradisional
[3] James M. Henslim. 2006. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi. Jakarta : Erlangga. Hlm: 76
[4] https://sharkiedick.wordpress.com/category/studi-media/
[5] https://www.kompasiana.com/nur.amalina22/550069dfa333115c73510b26/pengertian-media-massa
[6] https://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial
[7] https://www.kompasiana.com/kokograyscale/5518e30ea333118512b6596c/teory-determinisme-technology-marshall-mcluhan-1962
[8]https://www.academia.edu/22586743/PERSPEKTIF_KEBUDAYAAN_HINGGA_PEMBENTUKAN_TEORI-TEORI_KEBUDAYAAN_Diajukan_sebagai_tugas_1