BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada zaman
yang serba digital seperti sekarang, media sangat berperan dalam membentuk
perubahan-perubahan sosial Baik itu perubahan yang positif ataupun negatif. Perkembangan
teknologi membuat mayarakat dihadapi oleh dua pilihan. Disatu pihak masyarakat
menerima kehadiran teknologi, dipihak lain kehadiran teknologi moderrn justru
menimbulkan masalah-masalah yang bersifat struktural yang kemudian merambah
disemua aspek kehidupan masyarakat.
B. Rumusan Maslah
- Apa hubungan antar teknologi dan perubahan sosial?
- Apa yang diaksud studi tentang media?
- Apa saja media dan perubahan sosial?
- Bagaimana prespektif teori Marshal McLuhan?
- Bagaimana prespektif teori Raymond Williams?
C. Tujuan
- Untuk mengetahui apa hubungan anta teknologi dan
perubahan sosial
- Untuk mengerti studi tentang media
- Untuk mengetahu apa saja media dan perubahan sosial
- Untuk mengetahui perspektif teori Marshal McLuhan
- Untuk mengetahui perspektif teori Raymond Williams
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hubungan antar Teknologi dan Perubahan Sosial
Perkembangan teknologi berujung
pada revolusi komunikasi serta berpengaruh terhadap perkembangan masyarakat,
aktivitas masyarakat tidak terlepas dari teknologi yang digunakan. Tekonologi
membawa perkembangan dalam masyarakat dan ditunjukkan dengan
perubahan-perubahan yang terjadi dalam aspek politik, ekonomi, sosial serta
budaya.`
Habermas beranggapan bahwa ada
kesalahan dalam melihat perubahan dalam masyarakat, karena relasi kuasa dalam
masyarakat saat ini pada dasarnya berakar pada rasionalitas, instrumental
kekuasaan dimana terdapat dominasi didalamnya yang digunakan untuk menekan
masyarakat agar tuduk dan mengikuti apa yang dikehendaki oleh penguasa[1]. Ada tujuan-tujuan yang
terselubung dalam pola komunikasi yang instrumental. Kekuasaan dalam masyarakat
kemuian direproduksi menjadi institusi-institusi besar dalam masyarakat yang
melegitimasi segala yang baik buruk, benar salah dalam masyarakat. Nalar yang
berdasarkan pada logika, berdasarkan pada bagaimana menciptakan proses agar
mencapai tujuan atau yang lebih disebut sebagai narasi instrumental yang
kemudian dimanfaatkan oleh para kapitalis agar sesuai dengan apa yang
diharapkan sehingga tidak terjadi penyimpangan, konsekuensinya yang terjadi
terhadap interaksi sosial dalam masyarakat tentunya memunculkan kesadaran
palsu, hubungan antara masyarakat menjadi tidak harmonis dan berpotensi
memunculkan konflik didalamnya.
Dalam ranah sosial teknologi
membawa perubahan cara berkomunikasi dalam masyarakat, organisasi hingga
keluarga. Jika sebelumnya pentingnya berkomunikasi secara langsung selalu
digunakan oleh masyarakat dalam menyampaikan informasi, kini tanpa bertatap
muka langsung msyarakat bisa saling bertukar informasi. Tapi dengan adanya
teknologi itu yang awalnya hubungan masyarakat sangat rekat menjadi berjauhan
karena masyarakat tidak lagi mengindahkan berkomunikasi secara langsung dan
cenderung berkomunikasi jarak jauh.
Artinya proses perubahan pada
masyarakat dari yang mulanya tradisional menjadi masyarakat yang modern.
Ciri dari masyarakat yang modern
ialah [2]:
·
Indiviualistis
·
Percaya terhadap teknologi
Masyarakat modern
umumnya bersifat individual, artinya masyarakat modern lebih cenderung hanya
memikirkan kepentingan diri sendiri daripada kelompo. Masyarakat modern sering
berinteraksi jarak jauh sehingga hubungan dengan kelompok sekitar menjadi
renggang.
Modernisasi tidak
hanya terjadi terhadap masyarakat perkotaan saja, melainkan sudah menjalar
kepada plosok-plosok desa, hal ini disebabkan oleh sarana-sarana yang ada pada
saat ini sangat gampang didapatkan.
Jadi teknologi
sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial pada masyaraakat, James M. Henslin
mengatakan “media masa tidak hanya mencerminkan stereotip gender tetapi
memainkan pula peran dalam mengubahnya. Kadang-kadang media masa melakukan
keduanya skaligus. Citra Xena, Warior Princess, dan Lara Croft tidak hanya
mencerminkan perubahan peran perempuan dalam masyarakat tetapi dengan
melebih-lebihkan perubahan”[3].
B. Studi Tentang Media
Studi tentang media
adalah korelasi / cara pandang media terhadap aspek politik, sosial dan budaya
masyarakat. Studi Media memiliki 2 perspektif sosiologis, yakni
Perspektif Pluralis dan Perspektif Marxis. Kedua Perspektif ini memiliki
pandangan yang berbeda baik mengenai masyarakat maupun media massa.
Perspektif Pluralis memiliki beberapa pandangan umum
tentang masyarakat. Perspektif Pluralis memandang masyarakat sebagai berikut:[4]
- Masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok yang
beragam, dan kelompok-kelompok dari masyarakat itu bersama-sama
merepresentasikan kepentingan mereka. Adanya keberagaman di dalam
masyarakat membuat masyarakat menjadi seimbang. Suara-suara dari masyarakt
memiliki potensi/kesempatan untuk didengar.
- Kekuasaan dari nkelompok-kelompok tersebut
relatif setara; tidak ada yang lebih dominan dari kelompok yang lainnya.
- Pemerintah dipandang sebagai pihak yang imparsial
(netral), bertindak sebagai “juri” yang adil pada kelompok-kelompok yang
beragam tersebut.
- Kehidupan politik terbebas dari kehidupan
ekonomi, sehingga bagi pemerintah, orang-orang yang kaya maupun miskin
dipandang setara/sama di mata hukum.
- Kekuasaan dalam masyarakat adalah sesuatu yang
nyata dan transparan.
Perspektif Pluralis pun memiliki beberapa asumsi tentang media, antara
lain:
- Media memberikan kesempatan dan sarana di
dalamnya agar debat publik bisa terjadi di situ.
- Media memberikan informasi bagi publik untuk
bertindak.
- Media adalah sebuah institusi independen yang
bebas dari kekuatan ekonomi dan pemerintah.
- Media bisa mengontrol pemerintah dan
kelompok-kelompok yang ada di masyarakat karena dianggap sebagai institusi
independen.
- Informasi yang disajikan media untuk masyarakt
tidak dikonstruksi; semua informasi dianggap mengandung pengetahuan yang
positif, yang menyampaikan fakta dan kebenaran. Informasi hanya sebuah
pengumpulan data yang nantinya akan disampaikan kepada masyarakat untuk
bertindak.
- Orang-orang media dipandang memiliki otonomi yang
terpisah dengan negara, partai politik, dan kelompok-kelompok tertentu.
- Otonom dari kelompok elit/profesional media
diberikan kebebasan/flexibilitas.
- Khalayak dianggap memiliki kemampuan untuk
menentukan berita/media sesuai dengan kebutuhan mereka (khalayak berperan
aktif dalam mengkonsumsi media sesuai dengan yang mereka butuhkan).
C. Media dan Perubahan Sosial
Media masa
adalah bentuk kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Melalui media massa
yang semakin banyak berkembang memungkinkan informasi menyebar dengan mudah
dimasyarakat.
a.
Definisi Media Masa
Media adalah
suatu sarana yang dapay digunakan untuk menyampaikan informasi. Media berasal
dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “Medium” yang secara
harfiah berarti “peraantara” yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima
pesan (a receiver).
Media massa
adalah perantara untuk menyampaikan suatu pesan dari sumber kepada massa atau
masyarakat luas dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti televisi,
radio, koran, dan sebagainya.[5]
b.
Peran Media Massa
Peran
media dalam ilmu komunikasi terdapat dalam ranah komunikasi massa, yang dimana
komunikasi massa itu sendiri dapat diartikan dalam dua cara yakni komunikasi
oleh media dan komunikasi untuk massa. Namun dalam hal ini
tidak berarti komunikasi massa adalah untuk setiap orang. Komunikasi massa
ialah komunikasi yang penting dalam kehidupan kita. Setiap hari kita membaca
surat kabar, buku, majalah, menonton televisi, dan mendengar radio. Radio, TV,
surat kabar dan majalah media massa yang penting dalam mencorakkan hidup
manusia, baik dewasa maupun anak-anak.
c.
Fungsi Media
Beberapa fungsi media
1.
Fungsi Informasi
2.
Fungsi Kesinambungan
3.
Fungsi Korelasi
4.
Fungsi Mobilisasi
5.
Fungsi Hiburan
6.
Fungsi Fantasi
7.
Fungsi Pendidikan
Perubahan sosial merupakan
perubahan-perubahan yang terjadi kepada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam
suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap
sosial, dan pola prilaku diantara kelompok-klompok masyarakat[6].
Media massa sangat berpengaruh
terhadap perubahan sosial pada masyarakat, baik itu perubahan yang negatif
maupun yang positif.
D.
Pendekatan Media
pendekatan media adalah cara
yang ditempuh oleh pemilik media supaya bisa diterima oleh masyarakat.
Masyarakat harus pandai menggunakan media secara rif dan bijaksana, bukan
sembarangan sehingga dapat merugikan diri sendiri apalagi merugikan orang lain.
E. Perspektif Teori Marshal McLuhan
Marshal McLuhan adalah pencetus
dar teori determinisme teknologi ini pada tahun 1962 melalui tulisannya The
Gutterg Galaxi : The Making of Typograpghic Man. Determinisme teknologi dapat
diartikan bahwa setiap kejadian atau tindakan yang dilakukan manusia itu akibat
pengaruh dari perkembangan teknologi[7].
Jadi menurut Marshal teknologilah yang dapat memengaruhi terhadap prilaku
manusia. Apbila teknologi semakin maju prilaku masyarakat akan berubah
mengikuti teknologi.
Contoh yang dapat ditemukan
dalam realita yaitu perkembangan teknologi yang semakin maju membuat segalanya
serba ingin cepat dan instan. Tektologi sebagai pealatan yang memudahkan kerja
manusia membuat manusia membuat budaya yang selalu ingin dipermudah dan
menghindari kerja keras maupun ketekunan. Teknologi juga membuat seorang
berpikir tentang dirinya sendiri. Jiwa sosialnya melemah sebab merasa bahwa
tidak memerlukan bantuan orang lain jika megkehendaki sesuatu cukup dengan
teknologi sebagai solusinya. Akibatnya tak jarang kepada tetangga dekat kurang
begitu akrab karena telah memiliki komunitas sendiri meski jarak memisahkan
namun berkat teknologi tak terbatas ruang dan waktu.
F. Perspektif Teori Raymond Williams
Menurut Williams (1995), “kita
perlu membedakan tiga tingkat kebudayaan bahkan dalam definisi yang paling
umum. Ada kebudayaan yang hidup pada waktu dan tempat tertentu, yang hanya bisa
dinikmati secara penuh oleh mereka yang hidup pada waktu dan tempat itu pula.
Ada kebudayaan yang terekam dalam segala bentuknya, mulai dari karya seni
hingga fakta-fakta keseharian: ini disebut kebudayaan suatu periode. Ada juga
faktor yang menghubungkan kebudayaan yang hidup pada suatu waktu tertenu dan
kebudayaan disuatu periode ini disebut kebudayaan tradisi yang tersleksi”[8].
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.
Teknologi sangat perpengaruh terhadap perubahan sosial.
Apalagi dalam berkomunikasi.
2.
Studi tentang media adalah korelasi / cara pandang
terhadap media.
3.
Salah satu perubahan sosial pada masyarakat dipengaruhi
oleh media baik itu perubahan yang psitif maupun negatif.
4.
pendekatan media adalah cara yang ditempuh oleh pemilik
media supaya bisa diterima oleh masyarakat.
5.
Perspektif terhadap teori Marshal McLuhan adalah sebuah
prilaku manusia adalah disebabkan oleh teknologi yang ada.
6.
Perspektif terhadap teori Raymond Williyams adalah suatu
budaya adalah yang hidup pada waktu dan tempat tertentu.
Daftar Pustaka
James M. Henslim.
2006. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi. Jakarta : Erlangga.
https://www.academia.edu/22586743/PERSPEKTIF_KEBUDAYAAN_HINGGA_PEMBENTUKAN_TEORI-TEORI_KEBUDAYAAN_Diajukan_sebagai_tugas_1
[1]
http://binus.ac.id/malang/2018/07/keterkaitan-antara-perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dengan-tipologi-perkembangan-masyarakat/
[2]
https://materiips.com/ciri-ciri-masyarakat-tradisional
[3]
James M. Henslim. 2006. Sosiologi
dengan Pendekatan Membumi. Jakarta : Erlangga. Hlm: 76
[4]
https://sharkiedick.wordpress.com/category/studi-media/
[5] https://www.kompasiana.com/nur.amalina22/550069dfa333115c73510b26/pengertian-media-massa
[6]
https://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial
[7]
https://www.kompasiana.com/kokograyscale/5518e30ea333118512b6596c/teory-determinisme-technology-marshall-mcluhan-1962
[8]https://www.academia.edu/22586743/PERSPEKTIF_KEBUDAYAAN_HINGGA_PEMBENTUKAN_TEORI-TEORI_KEBUDAYAAN_Diajukan_sebagai_tugas_1