Thursday, 14 March 2019

Problematika Jual Beli Online di Pamekasan Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di Jual Beli Reseller dan Dropshipper di Toko Ar Celluler Desa Larangan Tokol Kec. Tlanakan Kab. Pamekasan)





BAB III
METODE PENELITIAN
A.  Pendekatan dan Jenis Penelitian
Adapun pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif. Dimana, pendekatan kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan  data  deskriptif  berupa  kata-kata  tertulis maupun  lisan  dari  orang-orang  dan  perilaku  yang  dapat  diamati. [1] Pendekatan kualitatif termasuk juga pada rancangan penelitian yang masih bersifat sementara dan akan berkembang bahkan akan tetap setelah peneliti memasuki lapangan (objek yang akan diteliti).[2]
Menggunakan pendekatan kualitatif karena pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi, pemahaman, gambaran, serta sebagai pengembangan ilmu pengetahuan mengenai isi dan kualitas dari sasaran atau objek yang diteliti.
Adapun jenis  penelitian  yang digunakan penulis yaitu studi kasus. Dimana, jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menempatkan sesuatu objek yang diteliti.[3] maksudnya, penelitian studi kasus adalah meneliti permasalahan-permasalahan yang terjadi di objek penelitian.
Berdasarkan alasan diatas, peneliti menganalisis permasalahan dari sistem jual beli di Toko Ar Celluler yang menggunakan sistem reseller dan dropshipper dalam pandangan ekonomi Islam yang terkadang mendapat komplin dari para pelanggan disebabkan beberapa permasalahan sebagaimana diulas di konteks penelitian.
B.  Kehadiran Peneliti
Dalam literatur penelitian kualitatif, disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian (human reseach) sekaligus pengumpul data. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan mutlak diperlukan.[4] Dalam hal ini, peneliti bertindak sebagai partisipan penuh karena penelitilah yang melakukan pengumpulan data serta status peneliti diketahui oleh informan secara terbuka meskipun tidak melebur dalam arti yang sesungguhnya.
Adapun langkah-langkah yang telah ditempuh oleh peneliti pada saat terjun ke lapangan secara singkat dapat di deskripsikan yaitu menghubungi informan (pemilik toko Ar Celluler beserta pelanggan) untuk mendapatkan informasi tentang informan. Tahap selanjutnya adalah mengumpulkan data yang telah disesuaikan dengan waktu senggang subyek penelitian. Dimana langkah-langkah tersebut diharapkan menjadi proses yang sesuai dengan apa yang peneliti harapakan. Atau dengan kata lain peneliti mendapatkan data-data yang sesuai dengan apa yang sudah menjadi fokus penelitian penelti.
C.  Lokasi Penelitian
Lokasi yang dijadikan tempat penelitian oleh peneliti adalah Toko  Ar Celluler yang ada di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. toko  tersebut merupakan salah satu  Toko seluler yang berkedudukan sebagai reseller dan dropshipper di kabupaten Pamekasan. Dimana, permasalahan yang sering terjadi adalah mendapatkan komplin dari pelanggan disebabkan beberapa permaslahan seperti barang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipaparkan, pengiriman terlambat dan lain-lain.
D.  Sumber Data
Menurut Lofland sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata atau tindakan serta selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan sebagainya.[5]
Adapun sumber data dalam penelitian ini, dibagi menjadi dua jenis yaitu:
1.    Sumber data primer, yaitu sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli atu informan (tidak melalui media perantara). Adapun sumber primer yang berhubungan dengan judul skripsi ini, yaitu observasi dan wawancara. Dalam hal ini, sumber primer yang dimintai penjelasan oleh peneliti adalah pemilik toko Ar Celluler (selaku reseller dan dropshipper) dan para pelanggan. Dimana, pihak-pihak yang menjadi informan dalam penelitian ini, dapat didilihat melalui tabel dibawah ini:
Tabel 2.1
No
Nama  Informan
Keterangan
1
Ach. Zainur Ridho
Pemilik toko Ar Celluler
2
Aifa
Istri sekaligus penjaga toko
3
Yuyun
Karyawan toko
4
Nurul Aimanah
Karyawan toko
5
M. Khoirurroziq
pembeli
6
M. Nasir
pembeli
7
Faiq
pembeli

2.    Sumber data sekunder, adalah sumber data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara. Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan yang telah tersusun dalam arsip (dokumentasi). Dalam hal ini, sumber data sekunder yang dijadikan pedoman dan alat analisa adalah literatur-literatur yang berkaitan ekonomi Islam yang ada relevansinya dengan jual beli online dengan sistem reseller dan dropshipper.
E.  Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data merupakan tata cara yang digunakan oleh peneliti agar memperoleh data secara sistematis dari pokok masalah yang akan diteliti. Adapun prosedur pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah:
1.    Observasi
Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memerhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam suatu fenomena tertentu. Observasi adalah metode pengumpulan data dengan cara mengamati langsung terhadap objek penelitian. Observasi atau pengamatan digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian dengan cara mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang diteliti. Pengamatan ini merupakan pengamatan yang sulit sekali dilakukan disamping membutuhkan keahlian juga memerlukan kepekaan dalam menangkap fenomena yang ditemui serta keadaan sekitar, agar pengamatan dilakukan berjalan dengan maksimal. [6]
Dalam hal ini, observasi yang dilakukan oleh peneliti adalah terkait permasalahan-permasalahan yang menjadi fokus penelitian yaitu tentang bagaimana permaslaahan sistem jual beli reseller dan dropshipper di Toko Ar Celluler.
2.    Wawancara
Wawancara adalah sebuah proses interaksi komunikasi yang dilakukan oleh setidaknya dua orang, atas dasar ketersediaan dalam setting alamiah, dimana arah pembicaraan mengacu kepada tujuan yang telah ditetapkan dengan mengedepankan trust sebagai landasan utama dalam proses memahami.[7] Mengumpulkan data dengan cara wawancara, sangat diperlukan karena dengan wawancara dapat digali informasi-informasi yang dibutuhkan peneliti. Selain itu, dengan wawancara dapat mengungkap sesuatu yang sebelumnya belum menemukan jawaban dapat terungkap atau terjawab dengan jelas. Sehingga data yang dikumpulkan akurat dan valid.
Adapun jenis wawancara ada dua macam, yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Wawancara terstruktur adalah wawancara dimana yang mewawancarai menentukan sendiri masalah dan pertanyaan yang akan diajukan dengan maksud untuk mencari jawaban dari hipotesisnya. Sedangkan wawancara tidak struktur adalah yang dimaksudkan untuk menemukan informasi yang tidak baku dan pertanyaan-pertanyaan tidak disusun terlebih dahulu, tapi disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Akan tetapi, peneliti lebih memilih wawancara terstruktur dengan menyiapkan daftar pertanyaan terlebih dahulu. [8]
Dalam hal ini, peneliti bertanya dan mewawancarai langsung beberapa pihak seperti pemilik dan karyawan toko Ar Celluler dan para pelanggan mengenai pokok-pokok pertanyaan yang disesuaikan dengan masalah yang akan dikaji menggunakan panduan wawancara dan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya dan menjadikan konsep ekonomi syariah sebagai alat analisa.
3.    Dokumentasi
Dokumentasi adalah cara pengumpulan data yang berupa catatan peristiwa yang sudah berlalu, dokumen tersebut bisa berbentuk tulisan seperti catatatan harian, biografi, peraturan, kebijakan dan sebagainya. Atau bisa berbentuk gambar seperti foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.[9]
Dalam hal ini, peneliti mengumpulkan dokumen-dokumen yang relevan dengan fokus penelitian yaitu data-data mengenai pelaksanaan dan permasalahan dalam jual beli dengan sistem reseller dan dropshipper di Toko Ar Celluler seperti dokumen tentang deskripsi produk, feedback pelanggan dan lain-lain.
F.   Analisis Data
Menganalisis data adalah menetapkan tahap-tahap, langkah-langkah kegiatan terhadap data yang sedang dan sudah dikumpulkan, dengan tujuan untuk menarik kesimpulan. Adapun tahapan analisis data selama pengumpulan data yaitu:
1.    Cheking (Pengecekan)
Pengecekan data yang dilakukan dengan cara memeriksa kembali lembar transkip wawancara dan observasi dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kelengkapan data atau informasi yang diperlukan dalam penyajian data. pengecekan data digunakan agar peneliti tidak akan mengalami kesulitan dan hambatan yang serius pada saat melakukan penelitian. Selain itu, proses pengecekan data ini berfungsi mengecek kembali kelengkapan data atau informasi yang diperlukan.
2.    Organizing (Pengelompokan)
Pengelompokan data dilakukan dengan memilah-milah atau mengklarifikasi data yang sesuai dengan fokus penelitian.
G.  Pengecekan Keabsahan Data
Pengecekan keabsahan data merupakan suatu proses yang sangat penting dalam suatu penelitian, hal itu dilalakukan untuk mengetahui apakah data yang dikumpulkan dari penelitian benar-benar valid dan bisa dipertaggung jawabkan. Selain itu, pengecekan keabsahan data memiliki manfaat seperti: dapat mengetahui kekurangan dari hasil penelitian, kemudian setelah dilakukan pengecekan maka dapat melakukan penyempurnaan terhadap kekurangan tersebut. Adapun pengecekan keabsahan data dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: [10]
1.    Perpanjangan keikutsertaan
Pada tahap ini peneliti tinggal dilapangan penelitian sampai kejenuhan penelitian tercapai. Hal ini dapat dilakukan dengan menguji ketidakbenaran informasi dan membangun kepercayaan subjek.
2.    Ketekunan pengamatan
Pada tahap ini peneliti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif. Hal ini bermaksud untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sanagat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal terebut secara rinci.
3.    Triangulasi
Yaitu teknis pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan suatu yang lain. Pada tahap ini triangulasi yang digunakan adalah dengan memanfaatkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara yang diperoleh dari para informan-informan yang terkait.
4.    Uraian rinci
Pada tahap ini, peneliti menguraikan secara rinci dengan menganilisis isu-isu (data) yang tidak sesuai dengan pola kecendrungan informasi sehingga data itu menunjukkan kebenaran sebagaimana adanya. Selain itu, teknik ini menuntut peneliti agar melaporkan hasil penelitiannya sehingga uraiannya itu dilakukan seteliti dan secermat mungkin.
H.  Tahap-tahap Penelitian
Dalam melakukan penelitian, peneliti akan mengalami tahap-tahap sebagai berikut:
1.    Pra penelitian, yaitu tahap yang ditetapkan peneliti sebelum memasuki lapangan. Tahap pra lapangan ini berupa: membuat judul penelitian, membuat dan menentukan konteks dan fokus penelitian, membuat usulan proposal, serta  mengurus perijinan penelitian.
2.    Proses penelitian: a) Proses penelitian diawali dengan memasuki lapangan. Dalam hal ini, peneliti terjun langsung di lokasi untuk mengumpulkan data baik data primer maupun sekunder dengan melalui informasi-informasi. b) Kemudian peneliti melakukan analisisi berdasarkan data yang sudah terkumpul.
3.    Penyusunan laporan, yaitu tahap yang berisi tentang kerangka dan isi laporan hasil penelitian. Adapun mekanisme yang digunakan dari penyusunan laporan ini disesuaikan dengan buku panduan tentang penulisan karya ilmiah yang diatur oleh IAIN Madura.







[1]Lexy J. Moleong, Metodologi Penilitian Kualitatif, Edisi Revisi (Bandung: PT. Remaja Rosadakarya, 2014 ), hlm. 4.
[2] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 205.
[3] Imam Gunawan, Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), hlm.113.
[4]Buna’i, Penelitian Kualitatif (Pamekasan: Perpustakaan STAIN Pamekasan Press, 2008), hlm.65.
[5]Lexy J moleong, Metodologi Penilitian Kualitatif, Edisi Revisi,  hlm. 157.
[6] Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik Ed.1.Cet. 2 (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2014), hlm.143.
[7] Haris Herdiansyah, Wawancara, Observasi, Dan Focus Groups : Sebagai Instrumen Penggali Data Kualitatif, Ed.1, Cet, 1 (Jakarta: Rajawali Pers, 2013), hlm. 31.
[8] Lexy J moleong, Metodologi Penilitian Kualitatif, Edisi Revisi,  hlm. 190.
[9] Sogiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R &D, hlm. 240.
[10]Lexy J moleong, Metodologi Penilitian Kualitatif, Edisi Revisi,  hlm. 327-337.